Proses Produksi Sulfur

Menurut Juliantara (2013), pengambilan sulfur sendiri memiliki beberapa proses, tergantung sumber dari sulfur itu sendiri. Berikut adalah beberapa cara pengambilan sulfur, antara lain:

  1. Proses Frasch
    Sulfur yang diperoleh dari proses ini dilakukan dengan pencairan sulfur di bawah tanah/laut dengan air panas, lalu memompanya ke atas permukaan bumi. Pada proses ini digunakan 3 buah pipa konsentris 6’, 3’, dan 1’. Air panas dengan suhu 3250C dipompakan ke dalam batuan sulfur melalui bagian pipa 6’, sehingga sulfur akan meleleh (2350F). Lelehan sulfur yang lebih berat dari air akan masuk ke bagian bawah antara pipa 3’ dan 1’, dan dengan tekanan udara yang dipompakan melalui pipa 1’, air yang bercampur dengan sulfur akan naik ke atas sebagai crude S, kemudian diolah menjadi crude bright atau refined S.
  2. Pengambilan S dari batuan sulfide/ sulfat
    Sulfur dapat diperoleh dengan mengambil dari batuan sulfide seperti pyrite FeS2, chalcopyrite CuFeS2, coveline CuS, galena PbS, Zn Blende ZnS, gips CaSO4, barire BaSO4, anglesite PbSO4, dan lain-lain.
  3. Pengambilan dari gunung berapi
    Deposit Sulfur di gunug berapi dapat berupa batuan, lumpur sedimen atau lumpur sublimasi, kadarnya tidak begitu tinggi (30-60%) dan jumlahnya tidak begitu banyak (600-1000 juta ton). Pemanfaatan sulfur melalui cara ini diperlukan adanya peningkatan kadar sulfur terlebih dahulu dengan cara flotasi dan benefication. Cara flotasi yaitu dengan cara menambahkan air dan frother yang nantinya akan membuat sulfur terapung dan dapat dipisahkan. Cara benefication lebih rumit dibandingkan dengan flotasi yaitu awalnya sulfur ditambahkan dengan air dan reagen, kemudian reagen dipanaskan dalam autoklaf selama 1/2-3/4 jam pada tekanan 3 atm. Nantinya setiap partikel kecil dari sulfur akan terkumpul, lalu dilakukan pencucian dengan air untuk menghilangkan tanah. Setelah itu dipanaskan kembali dalam autoklaf sehingga sulfur akan terpisah sebagai lapisan S dengan kadar 80-90%.
  4. Pengambilan Sulfur dari Gas Buang
    Tak dapat dipungkiri bahwa saat ini Indonesia memiliki  banyak industri yang semakin berkembang. Semakin banyak industri tersebut maka semakin banyak pabrik pengolahan dan tentu semakin banyak gas buang yang dihasilkan. Sulfur adalah salah satu unsur yang dapat diperoleh dari gas buang tersebut. Sulfur diperoleh dari flue gas asal pembakaran batu bara atau pengilangan minyak bumi. Sulfur ini tidak boleh dibuang langsung ke udara karena dapat menimbulkan pencemaran. Oleh karena itu gas buang tersebut terlebih dahulu harus diabsorpsi dengan menggunakan etanolamin dan sebagainya, kemudian dipanaskan kembali untuk mendapatkan gasnya dan kemudian diproses lebih lanjut.