Tentang Kami

Latar Belakang

Taman Wisata Alam (TWA) adalah Kawah Ijen Merapi Unggup-Unggup telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian No. 1017/Kpts/um/12/1981 tanggal 10 Desember 1981 dengan maksud untuk melindungi dan memanfaatkan keindahan alam (gejala alam) berupa Danau Kawah dan Sulfatara Aktif.

Di areal Sulfatara aktif ini uap belerang alam dihasilkan secara kontinyu dan secara sublimasi terbentuk padatan belerang. Kondisi tersebut apabila dibiarkan dan tidak dikelola secara benar akan menimbulkan konsentrasi padatan belerang  kristal yang pada akhirnya akan menyumbat lubang sulfatara. Semakin besar tekanan gas sulfatara yang tidak mampu keluar lagi akan menimbulkan letupan-letupan dan gas beracun. Pada konsentarsi lebih tinggi dimana kaldera sampai tertutup maka bahaya letupan lebih besar akan terjadi.

Namun demikian sejak tahun 1954 masyarakat sekitar Taman Wisata Alam (WTA) Kawah Ijen sudah mulai aktifitas pengambilan belerang untuk dijual di pasar. Melihat banyaknya kegunaan belerang untuk industri asam sulfat, industri gula, kosmetik, rotan, kertas, seng, sabun dan lain-lain, maka mulai tahun 1969 berdirilah PT. Candi Ngrimbi yang berada dalam naungan Kodam VIII Brawijaya bergerak di bidang Pertambangan yang berada di lokasi Taman Wisata Alam ditengah-tengah cagar alam di kawasan konservasi alam. Aktifitas penambangan belerang dilakukan dengan cara pemanfaatan gas alam secara sublimasi melalui pipa-pipa yang telah disediakan untuk dapat mengumpulkan asap sulfatara menjadi cairan sampai akhirnya berbentuk belerang prongkalan. Belerang Prongkalan ini nantinya akan diproses menjadi belerang flake/lempeng dan belerang granular/butiran.

 

Produksi

Kapasitas produksi belerang setiap harinya sementara ini sebanyak 14 ton. Jumlah produksi belerang dalam 1 (satu) tahunnya kurang lebih 5.000 ton. Produksi belerang tersebut berbentuk prongkalan selanjutnya diproses menjadi bentuk flake/lempengan dan granular/butiran.